Legoland

     Lebaran dan liburan di Negeri orang ini, sebetulnya bisa dibilang rencana dadakan yg dibuat sekitar 2 minggu sebelum lebaran, awalnya iseng saja lihat informasi kalau tiket pesawat di malam takbiran itu promo nya lumayan besar. Maka tercetuslah ide ke Legoland.

          Mengingat usia anak -anak range usia 5-12 tahun, jika anak yg paling besar saat ini usia 12th, bisa jadi 2-3tahun ke depan wahana di sana sudah berkurang lagi daya tariknya buat usianya nanti. Maka mulailah hunting seputar info tiket pesawat, hotel, tiket masuk, dll. Jadilah itinerary singkat perjalanan 4hari 3 malam.

          Setelah ditimbang-timbang, kami putuskan perjalanan ini dari Bandung ke Kualalumpur, menginap semalam di KL, dan lanjut pagi-pagi meneruskan ke Johor Bahru dimana Legoland berada, jika Kualalumpur adalah Jakarta, dan Johor Bahru itu Bandung, dengan naik pesawat diperlukan waktu 1 jam saja. Johor Bahru berbatasan dg Singapore, kalau perjalanan darat dari Singapore hanya perlu waktu perjalanan naik bis 1jam saja. Banyak juga turis yang menggunakan rute ke Singapore dulu, baru ke Johor. Hanya kalau lewat Singapore berarti melewati 2x imigrasi Singapore yg bisa memakan waktu dan terkenal ketat.

         Selama perjalanan ini, anak-anak begitu antusias. Karena dari awal sudah dilibatkan membuat itinerary perjalanan ini, tidak ada istilah rewel karena bosan mengantri di imigrasi, atau pegal berjalan sepanjang belasaan kilometer kurang lebih di bandara KLIA yang super luas, atau berjalan keliling legoland.

          Hari pertama, kami berangkat dari Bandung menggunakan Malindo Air jam 14.10 dan tiba di Bandara KLIA1 sekitar jam 17.20. Setelah melewati imigrasi yang lumayan melelahkan, kami memutuskan untuk berbuka puasa di Mitsui Outlet Park KLIA Sepang sekitar 15 menit dari bandara.

     Saya datang dengan menggunakan shuttle bus yang berangkat setiap 20 menit (lihat jadwal free shuttle bus ) dari KLIA maupun klia2. Cukup tunggu di Level 1 Gate 2 (KLIA) atau Level 1 Car Park Bay 9 (klia2) kita bisa naik shuttle bus gratis ke MOPS. Di Mitsui kami hanya makan berbuka puasa dengan menu melayu nasi lemak khas Malaysia, oya di sini enaknya ada tempat penitipan koper gratis, jadi sebelum masuk mall, mampir dulu titip bagasi.

Setelah selesai makan, kami melanjutkan perjalanan menuju hotel. Kami menginap di Orange Hotel, masih di kawasan bandara KLIA2, mengingat besok pagi kami akan melanjutkan terbang ke Johor.

 

Keesokan paginya….. petualangan dimulai……

 

 

———————————————————–

wooow besar bangetttt!!!!!

            Itulah kesan pertama saat mendarat di bandara KLIA2 atau Kuala Lumpur International Airport 2, yg merupakan perluasan terminal LCCT (Low Cost Carrier Terminal), bandara bujetnya Kuala Lumpur yang sebelumnya, KLIA2 terbilang modern dan lengkap.

Jika hendak ke KL, sangat disarankan cek etiket pesawat, mendarat atau berangkat dari bandara dan terminal mana, karena ada 2 bandara di KL yg jaraknya sekitar 2km. Khawatir salah terminal jd berabe, karena jarak antara tempat check in dengan gate keberangkatan bias memakan waktu sekitar 15-30 menit.

          Perlu jadi catatan juga, di KLIA2 ini juga para penumpang disediakan mesin print boarding pass dan tagging bagasi, jadi penumpang secara mandiri melakukan web checkin dan nimbang bagasi serta mentag kopor nya sendiri, jika kesulitan ada petugas maskapai yg siap membantu.

Satu tips lagi, lakukan checkin lebih awal 3jam sebelum penerbangan atau bahkan 4 jam sebelum penerbangan kalua saya, karena bawa 3 anak dengan banyak barang bawaan menjadi kerepotan tersendiri. Belum lagi kalau anak-anak ada yang mau pipis lah, minum lah, dll

Jangan lupa bawa tumbler kosong, karena di bandara ini banyak tersedia tempat pengisian air minum gratis. Siapkan tas-tas travel bag kosong yang mudah dilipat, buat jaga – jaga kelebihan bagasi atau mau shopping dulu di duty free.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *